Cerita menarik sekaligus menginspirasi datang dari seorang prajurti Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pria bernama Yudisthyra Wichaksono merupakan salah satu personel TNI AD yang berhasil mencuri perhatian semenjak menikah dengan seorang Kowad (Korps wanita Angkatan Darat) beberapa waktu lalu.
Selain itu sebelum meraih kesuksesannya, ternyata ia pernah menjadi seorang pengamen. Bahkan ia menyebutkan juga sempat menyerah untuk mengejar cita-citanya sebagai seorang tentara.
Lalu apa yang membuatnya kini sukses dan hidup bahagia? Simak lanjutan ulasan cerita prajurit TNI Sertu Yudisthyra berikut ini.
Prajurit TNI dengan pangkat Sersan Satu (Sertu) Yudisthyra baru-baru ini membagikan ceritanya kepada Merdeka.com. Diakui bahwa ia memiliki masa lalu yang bisa terbilang sedih.
Ketika dirinya masih menimba ilmu sebagai seorang siswa SMK ia juga bekerja sampingan sebagai seorang pengamen. Ia mengatakan mengamen adalah salah satu cara untuk mendapatkan uang saku tambahan dan melatih dirinya sebagai sosok mandiri.
Ngamen itu berasal dari hobi nyanyi, dan waktu itu saya cuma dikasih uang saku hanya tiga ribu. Akhirnya inisiatif ngamen sampai bisa dibilang jadi anak punk," ungkap Yudis kepada Merdeka.com.
Meski dirinya sempat menjadi seorang pengamen hingga anak 'punk', ia menyebutkan bahwa tetap memiliki cita-cita yang ingin dikejar. Cita-cita Yudis ialah menjadi seorang tentara.
Sehingga ia tetap menjaga badannya dari segala pergaulan yang bisa menjerumuskannya pada kegagalan menjadi prajurit TNI.
Intinya aku jadi anak Punk tapi aku masih tetap punya cita-cita gitu loh. Jadi cita-citaku pengen jadi tentara ya aku enggak mau melanggar aturan tentara maksudnya seperti ditindik, tatoan itu aku enggak mau meski pergaulanku kayak gitu," papar dia.
Ketika dirinya lulus SMK, Yudis sempat mendedikasikan dirinya sebagai seorang pekerja kurir parsel. Parsel lebaran adalah paket yang biasa diantarkannya kepada para pelanggan dan menjadi mata pencahariaannya kala itu.
Selain itu Yudis juga menyebutkan dirinya juga sempat bekerja sebagai seorang juru parkir. Pendapatan yang diperolehpun tidaklah seberapa.
Ya kalau jadi juru parkir itu paling sehari dapat lima puluh ribu dan itu enggak pasti," tuturnya.
Yudis masih teguh pada cita-citanya menjadi seorang tentara dan ini diperkuat akan sosok Pakde yakni Mayjen TNI (Purn) Asril Hamzah Tanjung yang sumber inspirasinya.
Ia pun mengejar cita-citanya tersebut dan berhasil menjadi seorang Bintara TNI. Sebelumnya ia sempat ingin mendaftarkan diri di Akademi Militer (Akmil) namun ditolak lantaran tak sesuai dengan jurusan persyaratan.
Yudis pun sempat berputus asa dan tak mau menjadi seorang TNI. Namun lagi-lagi orangtua menjadi penguatnya kala itu.
Seiring berjalannya waktu, ternyata Yudisthyra jatuh hati pada seorang wanita yang sebenarnya sudah lama dikenalnya. Bahkan, wanita idaman Yudis ini adalah seorang prajurit TNI Sertu (K) wahyu Riyanti.
Ia merupakan seorang Korps wanita Angkatan Darat yang dipinang oleh Sertu Yudis. Keduanya menikah pada tanggal 3 Desember 2021 lalu.
Kini keduanya hidup bahagia bersama-sama menjalani rumah tangganya.