Istri Mau Berhubungan Intim, Suami Tak Kuat Lagi Melayani, Agar Tak Berdosa Ini Penjelasan Ulama..!

Istri Mau Berhubungan Intim, Suami Tak Kuat Lagi Melayani, Agar Tak Berdosa Ini Penjelasan Ulama..!
Istri Mau Berhubungan Intim, Suami Tak Kuat Lagi Melayani, Agar Tak Berdosa Ini Penjelasan Ulama..!


ig @buyayahya_albahjah
Buya Yahya

Pasangan yang sudah menikah tentunya di halalkan untuk melakukan hubungan suami istri atau berhubungan intim.

Berhubungan intim bagi pasangan suami istri salah satunya bertujuan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Dan suami juga wajib memberikan nafkah batin bagi istrinya dan akan diganjar dengan pahala.

Karenanya pasangan suami istri yang sudah menikah secara resmi dihalalkan untuk melakukan hubungan intim.

Tapi sebaliknya, bila belum menikah atau bukan istrinya melakukan hubungan intim justru hal ini perbuatan dosa yang sangat besar atau disebut berzina.

Setiap manusia tentunya memiliki hasrat atau nafsu berhubungan seksual.

Lalu bagaimana bila istri tak kuat menahan hasrat seksual atau berhubungan intimnya yang terus bergejolak.

Sementara suaminya tak mampu lagi untuk memenuhi kebutuhan atau hasrat istri untuk berhubungan intim.

Misalkan suaminya mengalami sakit berkepanjangan hingga ia tak bisa lagi memenuhi kebutuhan atau hasrat seksual istrinya.

Tentunya kejadian ini sering terjadi di masyarakat. Bahkan ada yang sampai terjadi perceraian.

Banyak yang menganggap istri tega meninggalkan suaminya yang tak bisa lagi memenuhi kebutuhan seksual atau berhubungan intimnya.

Bahkan keputusan istri meminta cerai ke suaminya yang tak mampu menafkahi batinnya kerap dicibir di tengah masyarakat.

Lalu bagaimana hukumnya menurut ulama terkait permasalahan suami istri yang terjadi seperti ini.

Dikutip Posbelitung.co dari Bangkapos.com, ulama Buya Yahya pun membeirkan penjelasannya terkait suami tak mampu memenuhi kebutuhan biologis istrinya.

Lalu istri tak kuat menahan syahwat hingga meminta untuk bercerai.

Dalam kanal YouTube diunggah pada 2 Juli 2020, penceramah Buya Yahya memberikan jawabannya.

Buya Yahya mengatakan cara pertama yang harus dilakukan yaitu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Kemudian semakin takut kepada Allah.

Lalu Buya Yahya melanjutkan yang kedua adalah adanya kesadaran dari sang suami.

Buya Yahya menyarankan ada cara lain yang bisa dilakukan agar tetap dapat menyenangkan istri.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu menyarankan dapat berhubungan suami istri menggunakan alat lain, misalnya jari.

"Mungkin dengan itu seorang wanita bisa saja sampai pada kepuasan," ujar Buya Yahya.

Namun dikatakan Buya Yahya apabila sang suami pun tak bisa melakukan hal tersebut maka sang istri benar-benar harus punya rasa takut kepada Allah.

Karena bila tidak, dikhawatirkan istri bisa saja melakukan hal-hal yang menyimpang dan di luar syariat Islam.

"Yang tidak boleh adalah berbuat zalim, naudzubillah min dzalik," ucap Buya Yahya.

Hal yang dimaksud Buya Yahya ialah semacam melakukan zina kepada lelaki lain.

"Melakukan zina tidak boleh," tegas pengasuh di Pondok Pesantren Al-Bahjah ini.

"Namun yang namanya syahwat kalau orang tidak kuat bagaimana?" tanya Buya Yahya.

Menurut Buya Yahya perihal syahwat memang tak bisa diwakilkan oleh siapapun, karena ini merupakan kebutuhan pribadi.

Ia juga mengatakan bahwa syahwat adalah pemberian dari Allah kepada hamba-Nya.

Dalam hal ini Buya Yahya mengatakan bahwa orang yang tak kuat syahwatnya bukan orang yang mencari syahwat.

"Anda juga bukan orang yang mencari syahwat," jelasnya.

Dia menerangkan orang yang mencari syahwat ialah orang yang sengaja mendatang sesuatu yang tak baik ke dalam dirinya.

Misalnya sengaja melihat film-film yang tak pantas.

Untuk itu jika sang istri benar-benar tak dapat menahan syahwat (bukan karena mencari mencari syahwat) maka ia diperbolehkan untuk mengundurkan diri dari pernikahan tersebut.

"Saat laki-laki tak bisa memberikan kebutuhan batin maka seorang istri punya hak untuk mengundurkan diri," kata Buya Yahya.

Tak hanya soal kebutuhan batin, tetapi juga lahir.

"Tidak diberi nafkah, dia berkah mengundurkan, secara batin pun demikian," sebutnya.

Dilanjutkan Buya Yahya, sebenarnya wanita adalah mahluk yang lebih mudah untuk mengalihkan atau menghilangkan syahwatnya ketimbang laki-laki.

Apalagi jika dasar mencintai sudah lekat dalam dirinya.

Maka ketika suami sakit dan tak mampu menyenangkannya pun bukanlah menjadi persoalan yang besar bagi dirinya.

"Misalnya juga dia sibuk mengurusi suaminya yang sakit, biasanya bisa hilang syahwat tersebut," kata Buya Yahya.

Namun, bila tak dapat menahan dan ketimbang melakukan zina, Buya Yahya lagi-lagi menyarankan untuk mundur saja.

Satu-satunya jalan adalah meminta untuk mengundurkan diri atau mengajukan cerai.

"Biarpun dipandang orang giliran sakit, tapi ya bagaimana, ini masalah kebutuhan, nggak bisa," terangnya.

Sebab kata Buya Yahya jika tidak dibuka pintu halal maka akan masuk pintu haram.

"Pintu haram adalah kehinaan di dunia dan di akhirat," pungkas Buya Yahya.

(Bangkapos.com/Widodo)